Masha and The Bear! Ketika Tontonan (Terkadang) Bisa Dijadikan Tuntunan
"Kenapa sih suka Masha and The Bear? Bilkin Anak jadi nakal. Amit-amit punya anak kayak gitu."
"Lihat Masha and The Bear bikin emosi"
dan perkataan negatif lainnya, coba tanya ke anak kecil, apa kayak gitu?
Apakah semua ibu juga akan mengatakan seperti itu?
Kalau saya sih beda,
Padahal film kartun Masha and The Bear kalau menurut saya, mengajarkan pendidikan ke'ibu'annya TOP banget.
Menurut saya kartun Masha and The Bear itu mendidik tidak secara langsung. Apakah bikin anak nakal? Ah, itu hanya perasaanmu saja....
Jujur saja, saya banyak mengambil hal positif dar kartun tersebut
Beruang itu seperti seorang ibu, kalau seorang ibu seperti beruang itu, wuaduh, anak-anak pasti kreatif banget, ya!
1. Beruang tidak pernah memukul Masha.
2. Beruang selalu memberikan kesempatan Masha untuk belajar dalam kondisi apa pun:
Contoh:
- Ketika Masha ingin belajar ice skating. Masha memakaikan
- Ketika Masha ingin sekolah, Beruang membuatkan fasilitas. peralatan sekolah. Pelajaran yang pali saya suka pelajaran pertukangan Disaat di Indonesia anak-anak dilarang menggunakan benda-benda untuk "dewasa" justri Masha diajarkan. Ketika anak diberi kepercayaan ternyata anak bisa bertanggung jawab, lho.
- Ketika
3. Film ini juga anak-anak sekali. Sebenarnya, di balik ke'usil'annya, anak-anak mempunyai ide yang kreatif. Seharusnya, kita tunggu saja kan apa yang sebenarnya diinginkan.
Contoh:
a. Ketika mendekor rumah. Masha ingin membantu. Wuih MAsha mengacaukannya, tapi yang terjadi adalah Masha justru menjadikan dekornya cantik sekali.
Tentu adek saya sering melakukan itu, ketika dia sangat menyebalkan sekali, ternyata ada sesuatu yang yang sebenarnya akan dia katakan.
4. Beruang mengalihkan jika ada yang tidak boleh.
5. Beruang membiarkan Masha agar Masha belajar mengetahui bahaya dari suatu benda.
Ketika Besruang sibuk dengan teka-tekinya, Masha sibuk dengan peralatan Bear. Bear tidak melarang tetapi membiarkan Masha mengetahui bahaya dari alat tersebut.
6. Ketika Beruang menyelesaikan masalah dua anak
Ketika saudara beruang datang, Masha mengajak kenalan. Ketika diberi pekerjaan, mereka berbut ingin menjadi yang terbaik. Hasilnya mereka bertengkar. Beruang tidak memarahi mereka. Beruang justru memaksimalkan potensi mereka berkopetisi. TErnyata, hasilnya luar biasa. Memtong kayu, mengecat, dan pekerjaan lainnya. dan apada akhirnya, mereka pun berteman, lho. :)
Untuk si anak:
1. Masha ingin belajar apa pun. Masha belajar musik, menggambar, apa pun itu. Rasa ingin tahunya tinggi sekali.
2. Masha sayang Beruang
Ketika Beruang 'pura-pura' sakit karena ingin istirahat. Masha yang menyiapkan semuanya untuk Beruang.
3. Masha menyesali perbuatannya jika salah. Masha meminta maaf.
4. Dan yang paling mengejutkan,
"Buk, bajunya Masha bagus, ya! Menutup Aurot!. Pakai sepatu, pakai jilbab, pakai gamis"
Apakah film kartun Indonesia ada yang semenutup Masha?
Seandainya saya anak psikologi mungkin skripsi saya tentang Masha, hahaha.
Wah sudah terlalu panjang, ya. Ini awaln saja. Saya akan mengulas Masha lebih lengkap lagi setiap hari. :D
Tidak selalau TV itu jelek, ya.... Tinggal kitanya saja mendampinginya bagaimana :)
Artikel ini tidak diikutkan dalam lomba apa pun :D
"Lihat Masha and The Bear bikin emosi"
dan perkataan negatif lainnya, coba tanya ke anak kecil, apa kayak gitu?
Apakah semua ibu juga akan mengatakan seperti itu?
Kalau saya sih beda,
Padahal film kartun Masha and The Bear kalau menurut saya, mengajarkan pendidikan ke'ibu'annya TOP banget.
Menurut saya kartun Masha and The Bear itu mendidik tidak secara langsung. Apakah bikin anak nakal? Ah, itu hanya perasaanmu saja....
Jujur saja, saya banyak mengambil hal positif dar kartun tersebut
Beruang itu seperti seorang ibu, kalau seorang ibu seperti beruang itu, wuaduh, anak-anak pasti kreatif banget, ya!
1. Beruang tidak pernah memukul Masha.
2. Beruang selalu memberikan kesempatan Masha untuk belajar dalam kondisi apa pun:
Contoh:
- Ketika Masha ingin belajar ice skating. Masha memakaikan
- Ketika Masha ingin sekolah, Beruang membuatkan fasilitas. peralatan sekolah. Pelajaran yang pali saya suka pelajaran pertukangan Disaat di Indonesia anak-anak dilarang menggunakan benda-benda untuk "dewasa" justri Masha diajarkan. Ketika anak diberi kepercayaan ternyata anak bisa bertanggung jawab, lho.
- Ketika
3. Film ini juga anak-anak sekali. Sebenarnya, di balik ke'usil'annya, anak-anak mempunyai ide yang kreatif. Seharusnya, kita tunggu saja kan apa yang sebenarnya diinginkan.
Contoh:
a. Ketika mendekor rumah. Masha ingin membantu. Wuih MAsha mengacaukannya, tapi yang terjadi adalah Masha justru menjadikan dekornya cantik sekali.
Tentu adek saya sering melakukan itu, ketika dia sangat menyebalkan sekali, ternyata ada sesuatu yang yang sebenarnya akan dia katakan.
4. Beruang mengalihkan jika ada yang tidak boleh.
5. Beruang membiarkan Masha agar Masha belajar mengetahui bahaya dari suatu benda.
Ketika Besruang sibuk dengan teka-tekinya, Masha sibuk dengan peralatan Bear. Bear tidak melarang tetapi membiarkan Masha mengetahui bahaya dari alat tersebut.
6. Ketika Beruang menyelesaikan masalah dua anak
Ketika saudara beruang datang, Masha mengajak kenalan. Ketika diberi pekerjaan, mereka berbut ingin menjadi yang terbaik. Hasilnya mereka bertengkar. Beruang tidak memarahi mereka. Beruang justru memaksimalkan potensi mereka berkopetisi. TErnyata, hasilnya luar biasa. Memtong kayu, mengecat, dan pekerjaan lainnya. dan apada akhirnya, mereka pun berteman, lho. :)
Untuk si anak:
1. Masha ingin belajar apa pun. Masha belajar musik, menggambar, apa pun itu. Rasa ingin tahunya tinggi sekali.
2. Masha sayang Beruang
Ketika Beruang 'pura-pura' sakit karena ingin istirahat. Masha yang menyiapkan semuanya untuk Beruang.
3. Masha menyesali perbuatannya jika salah. Masha meminta maaf.
4. Dan yang paling mengejutkan,
"Buk, bajunya Masha bagus, ya! Menutup Aurot!. Pakai sepatu, pakai jilbab, pakai gamis"
Apakah film kartun Indonesia ada yang semenutup Masha?
Seandainya saya anak psikologi mungkin skripsi saya tentang Masha, hahaha.
Wah sudah terlalu panjang, ya. Ini awaln saja. Saya akan mengulas Masha lebih lengkap lagi setiap hari. :D
Tidak selalau TV itu jelek, ya.... Tinggal kitanya saja mendampinginya bagaimana :)
Artikel ini tidak diikutkan dalam lomba apa pun :D



Yep, anda benar semua tentang hal ini. Namun yang dikhawatirkan adalah jika anak lebih mengikuti marsha dibanding beruang yang baik hati