Jual putus atau royalti ya?

Selamat siang :)

Wiii.... deg degan banget nih nunggu nikahnya Raffi sama Nagita Slavina. Hahaha. Nggak nyambung. Tapi ada miripnya juga sih, deg degan juga waktu mau nrima buku baru saya. Hahahaha. Tau gimana rasanya? Ya kayak gini. Oke... saya mau cerita sedikit ya....

Tadi saya ke Citra Media group untuk ijin membuat acara. Dan yey! Seperti biasanya, saya dapat ilmu baru.

Sebagai penulis pemula, biasanya kita bingung kan mau royalti atau jual putus? Saya dulu bingung apa bedanya royalti atau jual putus. Oke saya jelasin sesuai pengetahuan dulu, ya....

Sistem royalti yaitu kita akan dibayar per enam bulan sekali sesuai dengan penjualan buku. Ada penerbit yang pakai DP ada juga yang nggak.

Jual putus yaitu naskah kita akan dibeli di depan.

Mau royalti atau jual putus?

Ketika saya mengikuti beberapa seminar kepenulisan, saya pribadi sering diberi pandangan bahwa royalti lebih menguntungkan. Jadi, sebagai penulis, jangan mau jual putus. Ah apa iya?

Royalti itu ada yang pakai DP ada yang tidak lho. Kalau penjualan kita sedikit apa dengan sistem royalti akan menguntungkan?

Sebenarnya, apakah niat kita membuat buku? Untuk penghasilan atau niat lain?

Jika untuk menambah penghasilan, apakah jual putus tdk menguntungkan?

Bisnis dengan tulisan sendiri tentu bisa dilakukan dengan semua sistem. Royalti atau jual putus. Menurut saya, jual putus juga bisa menguntungkan kok.

Dengan cara apa?

Dengan cara jualan sendiri. :)

Lalu cara marketingnya gimana?

Akan saya bahas setelah nikahnya Raffi dan Gigi ya...  Hehehe.

Udah nggak bingung lagi kan mau jual putus atau royalti? Selamat berkarya temans...

Leave a Reply