Kawinkan Wisata Inggris dan Jawa!

Sebagai seorang arsitek kota muda, yang mendapat pekerjaan menata kota ala saya, tentu perlu wawasan untuk mendesign kota menjadi kota yang ciamik. Saya tertarik dengan berbagai arsitektur di Inggris. Selama ini saya hanya bisa melihat dari Prof Google aja, tapi suatu saat nanti  saya berharap bisa kesana untuk benar-benar mempelajari arsitektur yang ada di Inggris.


Saat ini, saya sedang ada proyek tentang mengembangan wisata di Kaliurang. Kaliurang adalah tempat wisata yang di utara Kota Yogyakarta di kawasan Gunung Merapi. Saat ini, wisata ini tergolong sepi. Dari berbagai pendapat, Kaliurang sepi karena kurang menariknya wahana yang ada di Kaliurang. Saya bersama tim akhirnya membuat studi tentang Kaliurang dan bagaimana merencanakan kawasan ini sehingga wisata keluarga ini dapat dibuat tetapi tanpa merusak ekosistem yang ada.


Sumber disini
Terinpirasi dari Labirin Longleat Hedge di Inggris, Kaliurang dapat disisipkan taman labirin. Taman yang dibangun di lahan 0,6 hektar ini sangat rumit dan indah tanpa merusak ekosistem yang ada. Labirin ternyata juga dapat bertahan lama, lho! Dibuktikan bahwa sejak tahun 1975 dibangun oleh Greg Bright, suasana masih sejuk dan membuat orang banyak penasaran.






Design di Kaliurang ada dua macam, untuk anak yang masih balita dan untuk keluarga. Memang tidak serumit yang di Inggris, tapi cukup mengasyikkan kan? Suasana sejuk dan pemandangan hijau, tetap menunjukkan suasana asri Kaliurang. Asyik! Wisata di Kaliurang semakin mengasyikkan.






Inspirasi kedua datang dari kastil cantik di bawah ini. Bangunan yang awalnya strukturnya dari kayu ini, telah dibangun pada tahun 1068 oleh Wilian Sang Penakluk. Pada akhirnya dibangun lagi dengan nama Warwick Castle pada abad ke-12.

Sumber disini

Di Inggris punya kastil, di Jogja juga ada kastil ala Pojok Beteng. Terinspirasi dari wisata kastil yang ada di Inggris, wisata dengan kastil mini, miniatur dari pojok beteng Jogja, akan membuat atmosfer berbeda ketika memasuki kawasan wisata Kaliurang. Wisata kastil mini ini bersebelahan dengan wisata tradisional ala Jogja. Jadi jangan khawatir, tempat wisata ini seimbang kok antara nuansa Eropa dan nuansa Jawa. 

Di sebelah Taman Kaliurang, terdapat villa peninggalan Belanda yang digunakan untuk Komisi Tiga Negara. Sayangnya, bangunan yang sekarang disebut Ngeksigondo tersebut banyak yang tidak mengenalnya. Sayang sekali, ya. Kita lihat di Inggris bangunan tua tetap terawat dan indah. Bagaimana ya manajemennya? Mengapa rakyatnya begitu menghargai sejarah? Ingin tanya langsung, deh! Jadi makin penasan ke Inggris, nih!





Siapa hayo yang nggak kenal Big Ben? Jam dinding ala Jam Gadang ini, tentu membuat saya sangat penasaran. Saya akan berencana membuat jam dinding besar ini sebagai metting point di dekat parkir. Wah, sudah kebayang belum designya?

Big Ben
Sumber disini


Bicara tentang Inggris, tentu ingat dengan olahraga sepakbola, donk. stadionnya itu, lho keren banget! Sepakbola ternyata dapat menyatukan semua orang di negeri ini tanpa mengenal ras, suku, bahasa, dan perbedaan lainnya. Kaliurang sebegai wahana wisata keluarga, asyik juga kalau diberikan wahana olahraga yang super asyik! Tidak harus sepakbola, tetapi semua olahraga yang bisa menampung remaja yang sedang aktif-aktifnya. Berharap remaja Indonesia dapat memaksimalkan kelebihan tenaga semasa remaja.



Saya berharap, dalam waktu dekat saya bisa ke Inggris agar bisa mempercantik dan mengkombinasikan pariwisata Jawa dan Ingggris :) Dapat inspirasi wisata dari luar negeri dengan melihat langsung itu rasanya senang sekali, apalagi kalau ilmu yang ada disana bisa diterapkan di Indonesia. Semoga bisa ya... agar pariwisata kita lebih cantik.

Tidak hanya karya arsitekturnya, saya penasaran sama manajemen pariwisata disana. Um.. kira-kira bagaimana ya? Ah, jadi makin pengen banget ke Inggris, agar bisa lebih nyata mengawinkan pariwisata Inggris dan Jawa!


Artikel ini mengikuti lomba
http://misterpotato.co.id/cara-berpartisipasi


follow twitternya di 






Leave a Reply