50rb dapat Menguak Bulu Halus Borobudur
Tidak perlu khawatir soal biaya, cukup bensin Rp 10.000,00 sudah bisa bolak balik Jogja-Borobudur menggunakan motor. Karena jarak Jogja Borobudur itu dekat.
Borobudur itu adalah salah satu kecamatan yang ada di Magelang Jawa Tengah. Jadi Sebenarnya Borobudur itu tidak semata-mata candinya saja, ya. Saya akan mengajak berpetualang seharian di Borobudur.
Kita akan ke Desa Klipoh, yaitu desa yang berada di belakang Candi Borobudur yang penduduknya mayoritas bermata pencaharian pengrajin gerabah. Masuk sini gratis saja, kok. Karena setiap hari mereka akan membuat gerabah.
Saya sudah terpesona dengan ibu-ibu yang sangat terampil mengolah gerabah. Saya juga mau ikut buat ah biar terpesona dengan saya. Haha.
Hore saya berhasil membuat satu piring. Memang saya belum jago untuk membuat, tetapi lumayan lah ya sudah rapi begitu. Tahu tidak piring saya ini dihargai berapa kalau sudah jadi? Rp1000,00 saudara saudara. Luar biasa kan?
Selanjutnya proses penjemuran. Ini sampai kering ya. Karena saya ingin mengetahui proses, jadi ya kita lihat-lihat saja ya. Belinya nanti.
Sebelum makan siang, saya mau jalan-jalan dulu. Tara. Ada pemandangan unik. Ada anak dan kakeknya sedang bermain gerabah. Cihuy! Mendekat, yuk!
Cucu dari bapak ini ternyata berasal dari Jakarta, lho. Ternyata dia suka juga bermain gerabah yang diwarnai dan dibentuk Angry Bird. Bapak Bambang juga menyisihkan gerabah yang agak retak untuk bermain cucu cucunya ketika datang. Kreatif banget, ya. Kata Pak Bambang bermain di pasir dan dengan permainan tradisional bebas timbal dan bagus untuk motorik anak. Ihiy!
Ada lagi yang membuat saya tertarik yaitu sentir atau dalam bahasa Indonesia lampu minya. Uniknya, bahan bakarnya menggunakan minyak jelantah atau minyak goreng bekas. Ternyata, minyak bekas bisa jadi penerang begini ya?
Saya pun membelinya untuk oleh-oleh adik di rumah dengan harga Lima Ribu Rupiah per satuannya saja. Murah sekali, kan? Wah, keasyikan jadi lupa, nih untuk makan siang. Desa Klipoh juga menyiapkan untuk makan siang yang dikemas tradisional.
Kacang godog (rebus) nya unik ya. Rasanya enak, loh. nah untuk satu paket makanan, yaitu kudapan dan makan siang cukup Rp 15.000 saja. Setelah makan, kita akan melihat proses pembakaran yuk.
Nah, proses pembakaran gerabah di Desa Klipoh ini memnag berbeda dengan di daerah lain. Kalau di jogja, ada yang namanya Kasongan, proses pembakaran seperti pembakaran bata. Uniknya, di Klipoh adalah dengan membakar secara langsung sebelum akhirnya dipanggang. Saya sempat batuk-batuk ketika disini. Nah setelah dipanaskan sekitar lima belas menit, saatnya dipanggang. dan jadilah gerabah.
Saya sempat sedih waktu disini karena Desa Klipoh ini kurang kunjungannya. Padahal Borobudur kan terkenal di seluruh dunia. Seharusnya Desa Klepoh nan eksostis ini bisa mendunia. Pemrosesan gerabah yang unik, dapat menjadi daya tarik wisata disini.
Generasi muda pun sudah jarang yang mau meneruskan karena alasan ekonomi. Memang sih, gerabah disini sangat murah dan hanya dijual di pasar tradisional. Semoga ada investor yang setelah membaca tulisan saya ini bisa memihat dan membeli dengan harga tinggi. Lalau, ada seniman juga yang mengajari menghias jadi gerabahnya bernilai jual tinggi. Aamiin.
Sayangnya, sebagai tempat wisata, fasilitas tempat sampah belum memadai. Hasilnya, banyak yang membuang samapah di got. Sebagai wisatawan, yuk jaga kebersihan tempat yang kita kunjungi.
Sudah pukul tiga, saatnya ke Candi Mendut. candi Mendut masuknya cukup Rp3000,00 saja. Parkir Rp Rp2000,00 jadi Rp5000,00.
Saya mengundang teman yang berada di Magelang untuk berfoto bersama.
![]() |
| Sumber : Agung |
Kita bisa bersantai di taman Mendut samapai sore hari dan pulang ke Jogja. Di jalan, jangan lupa beli oleh-oleh dan makan makanan khas Magelang Tahu Kupat. Cukup rp 15.000,00 saja kamu sudah bisa menikmatinya.
Bagaiamana? Seru kan wisata di Borobudur? Terkadang kita memang perlu untuk melihat sekitar wisata yang sudah terkenal, karena disana ada mutiara tersembunyi yang bisa kita pelajari hanya di sana.
Untung pakai Mio, jadi sampai rumah masih ada bensinnya. Seperti mas-mas yang di bawah ini bisa keliling Jakarta lima puluh ribu aja.
Sumber : http://youtu.be/XdI1CHTM4Mw
Semoga saya bisa dapat Yamaha Mio Fino F1 ya, biar bisa lebih banyak mengelilingi kawasan wisata di sekitar Yogyakarta dan menyimpan keeksotisan luar biasa.
dan ikuti lombanya di http://kemanapunasyik.com/











