50 ribu : Modal Berselancar Kebahagiaan Sepanjang Hari




Memberi itu lebih baik daripada menerima, bukan?

Profesi saya sebagai ibu rumah tangga yang double jadi arsitek kota, jauh dari suami dan sedang masa penyembuhan, butuh banyak kebahagiaan yang saya ciptakan agar saya segera sembuh dan tidak penat dengan pekerjaan kantor. Biaya pengobatan dan cek darah yang harganya terus menguras jatah dompet, tentu harus pintar untuk membelanjakan uang. 

Bermodalkan 50 ribu saja, saya bisa mendapatkan modal untuk mendapatkan kebahagiaan yang tak ternilai. Kegiatan setiap liburan adalah berselancar kebahagiaan ke tiap rumah anak-anak. Saya kalau punya anak ingin sekali namanya Hammam, jadi sebelum saya melahirkan Hammam, saya lahirkanlah sanggar Hammam saya ini agar kelak Hammam bisa bermanfaat untuk orang di sekitarnya. Tenang saja, sanggar saya ini gratis, karena saya memang ingin berselancar kebahagiaan setiap saat.

Saya tinggal di Sleman sebelah Utara, dekat dengan Gunung Merapi. Petualangan hari ini, dimulai dari rumah Mbak Candy, untuk mengajari menggambar. Disana saya sudah disambut oleh anak-anak. Oh iya, sebelum berangkat, tadi saya menyiapkan kertas dan spidol dengan total pembelian, sebelas ribu saja. Akhirnya saya menemani mereka untuk membuat kartu cinta untuk mamanya. sangat terharu ketika membaca salah satu tulisan anak, aku sayang Mama. Berharap Hammam besok ngomong juga ke saya. Aih, senangnya... 



Rumah kedua, di rumah sleman bagian tengah, yaitu di Kota Yogyakarta. Saya mengajari Zahro mewarnai dengan Tissue. Modalnya hanya tissue duaribu saja, kok karena spidolnya bisa pakai yang tadi. Alhasil, saya mendapatkan senyuman Zahro dan motif-motif cantik kreasi Zahro. Senangnya bukan main rasanya. 



Sebelum ke rumah terkahir di Bantul, saya menyempatkan membeli gudeg dulu, donk, untuk makan siang. di alun-alun selatan. Walaupun saya orang Jogja, saya tidak pernah bosan dengan Gudeg ini. Aaya beli gudeg telur dengan harga sepuluh ribu rupiah. 

Saya melewati Alun-Alun Selatan, saya sejenak melihat pemandangan dan berlanjut foto-foto di Jogteng yang semuanya gratis. 

Dan rumah terkahir ada di Rumah bagian Selatan tepatnya di Bantul. Disini banyak yang ganteng-ganteng. Materinya, tentang mewarnai dengan krayon dan cat air. Cat air saya membeli dengan harga sepuluh ribu, kuas dua ribu.

Sebelum pulang pun, saya mengamati motor pinjeman dari orang tua. Wah ternyata masih untuk perjalanan pulang. Padahal tadi berangkat hanya mengisi limabelas ribu saja. Kalau besok punya motor, mau deh punya Motor Yamaha Fino F1,  soalnya Irit. Ini kan masih pinjem orang tua. Hehehe. Kutunggu Yamaha Fino F1 untuk berselancar kebahagiaan di sudut-sudut Jogja di hari selanjutnya.


Sumber : http://youtu.be/XdI1CHTM4Mw

Sssuuuut!

Suara HP berbunyi, besok ada yang mau minta menggambar lagi. Asyiiik! Besok lebih murah lagi karena alat masih dan yang pasti pakai Fino, pasti irit, donk!

yuk ikuti lombanya di www.kemanapunasyik.com

Leave a Reply