Lahir Kembali Anakku
Disaaat yang sama, saya mengandung buku pertama kembar empat dan anak pertama. Berbagai revisi dari penerbit atau pun dari mentor saya jalani dengan bahagia. Kata suami, kalau lahir nanti, anak ini akan diberi nama Hammam.
Pekerjaan impian saya sebagai ibu rumah tangga sempurna. Ketika pagi, saya menyiapkan sarapan untuk suami, beres-beres rumah, selanjutnya ketika suami bekerja, saya menulis naskah saya. Naskah yang saya kandung ini tentang naskah mewarnai untuk anak-anak.Bak pelukis dan forografer professional, tangan saya memegang kuas dan leher saya selalu terkalungkan kamera.
Saya, pembimbing, dan editor memang jarak jauh. Kamu komunikasi via facebook, email, dan telepon. Untung jaman sekarang teknologi sudah tinggi. Jadi, pengiriman dokumen dan segala proses tentang pengeditan tidak harus tatap muka.
Tentang kandungan Hammamku, aku selalu menjaga komunikasi via facebook dengan perawat yang bernama Bunda Sulis. Beliau yang memberi masukan apapun tentang kesehatan kehamilanku.
Hampir tiga bulan kandungan Hammamku. Ada yang aneh dengan badanku. Ketika suami pergi mengantor, saya seperti ingin BAB. Ternyata, tak sengaja, darah sudah berceceran di lantai. Saya yang panik pun langsung menghubungi suami . Tidak berapa lama suami pulang dan mengantarku ke bidan. Sedih rasanya ketika kandungan ternyata dinyatakan gugur. Suami menangis memelukku. Hammamku telah gugur. Kami bergegas untuk ke rumah sakit bersalin rujukan dari bidan. Bidan naik angkot, saya dan suami naik motor. Saya merasa beruntung dikelilingi orang-orang yang menyangiku.
Saya pun menghubungi teman-teman di Yogyakarta. Dukungan pun mengalir melalui media sosial dan HP. Walaupun kami hanya berdua, kami merasa mempunyai banyak saudara. Jarak jauh tak jadi masalah, semua tersa dekat.
Ada yang tidak beres dengan Hammamku. Melalui USG, Hammamku sudah tidak berkembang sebulan yang lalu.Setelah dikiret ke Jogja. Mencoba menengkan diri dan mengklarifikasi semua. Tes darah pun diuji coba. Saya positif menderita CMV. Saya mencari di internet, bertanya kesana-kemari, saya pun bergabung dengan komunitas penderita TORCH di facebook. Ternyata, saya masih lebih beruntung.
Di saat yang sama, naskah yang seharusnya dibuat empat, hanya satu saja yang akan terbit. Gugur sudah kandungan-kandunganku. Pasti Allah punya rencana lain mengapa kandunganku ini semuanya gugur. Tidak! Tidak gugur, ini hanya akan digantikan oleh yang lain. Hatiku berperang dahsyat. Masih ada satu yang akan lahir. Yang lain pasti ada rencana yang lebih indah.
“Hamilnya baru boleh kalau CMV sudah tidur ya, Mbak. Jangan takut, ini tidak apa-apa.” Kata dokter sambil tersenyum.
Saya melihat tiga naskah yang tidak jadi diterbitkan. Saya melihat kembali ke belakang di file facebook, blog, dan diary saya di laptop. Saya bahagia ketika mengajar anak-anak dan ibu-ibu. Waktu itu, saya ingin punya lembaga sosial.
Ini saatnya. Hammam bisa hidup lagi. Aku pun mendirikan sanggar menggambar gratis.Kuberi nama sanggar Hammam. Ketiga naskahku yang akan kujadikan materi menggambar. Saya menyebarkan info via WA, facebook, blog, intragram, dan apapun bahwa saya membuka mengajar gratis menggambar. Hari-hari saya sangat bahagia bersama anak saya, Hammam. Tak terasa ilmu tentang anak dan ibu saya bertambah cepat tanpa ikut seminar parenting. Setiap berkunjung ke rumah saya mendapatkan banyak ilmu tentang menata rumah, mengurus rumah, mengurus suami, dan menangani anak-anak berbagai macam usia.
Hammamku akhirnya lahir dan dapat memberikan manfaat dan kemudahan untuk anak dan ibu walaupun dia sekarang berbentuk sanggar.
Ayok ceritakan kehilanganmu di http://argalitha.blogspot.com/2014/09/giveaway-tentang-kehilangan.html
Kunjungi sanggar Hammam saya di http://sanggarhammam.blogspot.com/

Innalillahi... sabar, insyaAllah beberapa bulan lagi 'positif'. Yang penting sekarang penuhi nutrisi, bikin 'subur' rahim. Jangan terburu hamil dulu, tunda hingga 3-4 bulan agar nanti janin tumbuh sehat dan kuat.
Alhamdulillah sekarang njenengan bisa tersenyum :) Hammam jadi tempat berbagi yang indah ^^